Senin, 15 April 2013

Potret Nakal Pedagang di Taman Bungkul




Potret Nakal Pedagang di Taman Bungkul

Surabaya - Meski sempat terlihat tertib dalam beberapa pekan terakhir, para pedagang kembali memenuhi taman. Seperti yang terlihat di Taman Bungkul, Jum’at tanggal 29 Maret 2013 pukul 06.00 WIB. Kondisi ini membuat keasrian taman berkurang dan menganggu kenyamanan pengunjung. 

Padahal, disetiap sudut taman sudah terpajang poster larangan yang bertuliskan “Dilarang keras!!!, Pedagang dilarang masuk di dalam area taman, Autofeet dan mobil-mobilan dilarang dinaiki di pedestrian taman”. Masih saja mereka tetap berjualan, dan parahnya ada seorang pedagang yang berjualan di depan poster larangan tersebut. Sepertinya poster larangan itu hanya dianggap sebagai hiasan belaka.

“Mumpung gak ada petugas, jadi bisa jualan disini karena lebih banyak pembeli kalau pas hari libur gini” kata seorang pedagang balon sembari menjajakan barang dagangannya tepat di depan poster larangan.

Lebih lanjut dia mengatakan, “Sebenarnya capek harus kucing-kucingan terus sama petugas Satpol PP. Tapi ya bagaimana lagi, di sinilah tempat kami mencari rezeki untuk mencukupi kebutuhan keluarga”.

Pun demikian, Pria asal pulau garam itu masih berharap agar taman tetap terlihat rapi dan tertata. Dan pemerintah memberikan tempat yang layak bagi para pedagang. “Paling tidak kami berusaha untuk rapi dan tertib. Dan kami siap dipindahkan kapan saja kalau pedagang lain kompak dipindahkan” tukas pedagang balon ini.







Di tulis oleh: Didit Prastya A.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar